Rabu, 28 November 2012

Mati Lampu dan Minyak Bekas

 
 
Disaat musim hujan seperti sekarang ini, mati lampu adalah sesuatu yang biasa terjadi terutama di daerah tempat aku tinggal. Daerah yang masih termasuk wilayah Bogor yang memiliki julukan kota hujan, tentu sering mengalami hujan lebat yang cukup lama.
 
Kalau sudah begini, mati lampu seolah tidak bisa dihindari apalagi jika hujan yang turun disertai dengan angin ribut dan petir yang menggelegar. Kondisi seperti ini bisa menyebabkan kerusakan pada instalasi listrik milik PLN, alhasil, listrikpun padam.
 

Seperti sore hari kemarin, kalau nggak salah tepat ketika terjadi longsor di Cilebut yang menyebabkan terganggunya jalur KA dan rusaknya beberapa rumah penduduk, di Bojonggede terkena pemadaman listrik cukup lama. Aku yang tidak menyimpan lilin, karena kalau ada lilin seringnya habis buat mainan sama Helmi, cukup merasa kerepotan. Apalagi Hp yang ada batrainya pun low bet.
 
Untung saja aku teringat dengan sebuah sumbu yang pernah aku beli di pasar, yang ketika membelinya aku belum tahu apakah sumbu ini akan terpakai atau tidak. Aku segera mencari sumbu tersebut, Alhamdulillah masih ada ditempatnya, padahal aku menyimpannya sudah cukup lama.
 
Aku memilih gelas yang ada kakinya sebagai tempat untuk meletakkan sumbu. Sengaja aku memilih gelas yang 'berkaki' agar posisinya lebih tinggi, sehingga nyala apinya menjadi lebih berpendar.
 
Mengikuti contoh yang diajarkan oleh penjual sumbu, aku mengisi gelas dengan air kran kemudian menambahkan minyak sayur diatasnya. Ketika aku hendak mengambil minyak sayur, mataku tertuju pada minyak bekas (jelantah) yang sebenarnya akan aku buang.
 
Melihat hal tersebut 'insting hematku' langsung jalan, dicoba pake minyak bekas aja dulu, kalau ga bisa, tinggal diganti minyak yang baru, pikirku. Setelah air dan minyak dituang, kemudian sumbu dinyalakan dan diletakkan diatas campuran air dan minyak tadi. Ternyata saudara2.... apinya nyala, terang lagi, lumayan bisa menggantikan lampu dari Hp yang udah low bet.
 
Itung-itung mendaur ulang, memanfaatkan minyak bekas daripada dibuang begitu saja. Ternyata minyak bekas ada gunanya juga ya :)   
 
  

8 komentar:

  1. Oh, ya Allah kirain minyak tanah, gak taunya minyak jelantah. Keren nih mak, aku biasanya tak buang aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. minyak tanah udah ga pernah ketemu mbak :)

      Hapus
  2. wah, baru tahu kalau diberi air dulu.. makasih infonya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, biar ga kebanyakan minyak, kl pke air, wlpn minyaknya sedikit, sumbu udh di bagian atas gelas :)

      Hapus
  3. owhhh gtu.. bisa y?

    keren idenya mak..

    BalasHapus
  4. jd skrg minyak jelantah gak perlu di buang ya mbak masih bs di manfaatkan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya mbak Myra, semacam daur ulang :)

      Hapus