Minggu, 28 Desember 2014

Berganti Merk Susu




Meski usianya sudah 5 tahun lebih, Yumna masih saja minum susu pake botol. Namun hari-hari terakhir ini, Yumna sepertinya enggan ngebotol seperti biasa. Setelah ditanya kenapa? Jawaban Yumna singkat saja, susunya nggak enak.

Perkiraan ku benar, jika susu Yumna diganti dengan susu merk lain, bisa jadi Yumna tidak mau meminumnya. Tapi entah kenapa Abi membelikan Yumna susu SGM, padahal biasanya frisianflag 456. Mungkin karena kemasan susu SGM menggunakan kardus berwarna merah, kali ya? Jadi si Abi tertarik. Hihihi....


Tapi Yumna tetaplah Yumna. Ia nggak peduli pada warna atau apapun itu. Selama rasa susunya tidak seperti biasa, yaitu rasa susu yang sudah ia kenal sejak 5 tahun lebih, maka ia akan menolak. Sebenarnya bukan masalah enak atau nggak enak, tapi masalah rasa yang sudah biasa dan sudah tertanam dalam memori diotaknya. 

Hal serupa pernah terjadi pada Iqlima kakak Yumna. Waktu itu Iqlima berusia 2 tahun. Aku berusaha mengganti susu yang biasa dia minum, dengan susu merk lain. Sebelumnya, Iqlima meminum susu laktogen. Karena aku berfikir Iqlima bukan bayi lagi, maka aku mengganti merk susunya dengan merk denkaow. Ternyata ia tidak suka. Akibatnya, sejak saat itu hingga sekarang ia sudah duduk di kelas satu SMA, Iqlima tidak menyukai susu. 

Iqlima adalah anak pertamaku, dan waktu itu aku belum berpengalaman dalam mengasuh anak. Begitu Iqlima tidak menyukai susu, aku mebiarkannya tanpa ada usaha untuk membuat ia menyukai susu lagi. Aku mengira bahwa Iqlima memang sudah bosan minum susu. Sementara Yumna adalah anak ketiga, jadi aku sudah lebih berpengalaman. Begitu Yumna menolak minum susu SGM, aku menyiapkan kiat-kiat agar Yumna mau meminum susu yang sudah terlanjur dibeli itu. Lagi pula sayang kalau nggak diminum, mana Abi belinya yang gede lagi, yang ukuran 900 gram. Jadi sayang kalau sampai mubazir.

Kiat-kiat yang aku lakukan adalah, memberi susu hanya ketika Yumna sedang benar-benar haus. Juga ketika Yumna sudah benar-benar mengantuk, sehingga ia sudah tertidur sebelum sempat protes. Hehe... Mudah-mudahan dengan itu lidah Yuman akan terbiasa dengan susu barunya.




4 komentar:

  1. Anak saya yg pertama lepas dot 4 taun lebih mba..yg kedua malah ga pake dot sama sekali. Aduuuh..kalo beli susu cepat abis, tekor :P makanya sekarang biarin aja mereka kenyang dengan makan..dengan begitu bisa hemat susu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang lebih baik begitu Mbak, tapi saya belum tega menghentikan kebiasaan Yumna :(

      Hapus
  2. Ada pengaruhnya ke perkembangan anak tidak mbak, antara yang masih terbiasa dengan dot dan yang tidak dengan dot?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya kurang tahu, mungkin ada juga sih...

      Hapus