Sabtu, 07 Februari 2015

Berwisata Rohani di Masjid Az Zikra Sentul

Keberadaan majlis dzikir Az Zikra, laksana telaga dipadang tandus yang gersang. Memuaskan dahaga, jiwa-jiwa yang rindu akan ketentraman, ditengah belenggu kehidupan yang carut maut. Akibat maraknya aksi kejahatan, korupsi, dan biaya hidup yang melambung tinggi.


Minggu, 1 Pebruari 2015 kemarin, kami menyempatkan diri untuk menghadiri majlis dzikir di masjid Az Zikra Sentul-Bogor. Sebenarnya yang mengadakan acara jalan-jalan ke masjid ini adalah ibu-ibu majlis taklim Al Kautsar, sebuah masjid yang berada dilingkungan perumahan kami. Tapi karena aku ingin mengajak suami, jadi kami berangkat sendiri, tidak bareng dengan rombongan.

Pukul tujuh pagi kami berangkat dari rumah. Sekitar satu jam kemudian, kami sampai di masjid Az Zikra, sebuah masjid yang dipimpin oleh Ustadz Arifin Ilham. Masjid dan yayasan Az Zikra dengan majlis dzikirnya, sudah sangat terkenal. Nggak heran jika jamaah yang hadir dimajlis ini sangatlah banyak, bahkan membludak.

Jamaah yang hadir bukan hanya berasal dari daerah Bogor, tapi banyak yang berasal dari luar kota. Hal ini terlihat dari banyaknya kendaraan yang terparkir diarea sekitar masjid. Bahkan ada beberapa bis besar yang diparkir sekitar 1 km dari masjid. Bis-bis tersebut tidak bisa mendekat ke lokasi, karena akses jalan tidak bisa dilalui oleh kendaraan besar.

Beruntung aku dan suami mengendari sepeda motor, jadi bisa ndusel dan parkir tepat dihalaman masjid. Kami sampai dilokasi pas ketika Ustad Arifin Ilham akan memulai ceramah. Alhamdulillah nggak telat, aku membathin. Jamaah yang hadir sangat banyak. Lantai atas yang diperuntukan bagi perempuan sudah penuh. Sehingga sebagian jamaah perempuan menempati teras sebelah kanan. Sedangkan teras sebelah kiri, ditempati oleh jamaah laki-laki yang tidk tertampung diruang utama.




Aku segera mencari tempat yang nyaman untuk duduk. Karena penasaran dan ingin melihat ustadz Arifin Ilham secara langsung, aku masuk kedalam ruang utama, dan duduk dibawah tangga yang juga sudah mulai dipenuhi oleh jamaah. Sebenarnya, tempat dimana aku duduk adalah jalan menuju kelantai atas yang seharusnya dikosongkan. Tapi karena diatas juga sudah penuh, beberapa ibi-ibu termasuk aku menempati area tersebut.

Sekitar 15 menit Ustadz Arifin Ilham menyampaikan tausiah. Setelahnya, kami menyaksikan ada seorang jamaah laki-laki non muslim yang mengucapkan dua kalimat syahadat. Ya, jamaah tersebut masuk Islam! Menurut kabar, ditempat ini sudah ada sekitar 300 orang yang secara sukarela mengucapkan dua kalimat syahadat.

Dipimpin langsung oleh Ustadz Arifin Ilham, dzikir segera dimulai. Diawali dengan pembacaan shalawat untuk Rasulullah, dzikir mulai terasa kesyahduannya. Airmataku tidak bisa kutahan, tergenang dan mulai menetes. Disela-sela pembacaan shalawat aku berusaha menyelami perjuangan Rasulullah dan pengorbanan beliau dalam menegakkan agama ini, dan juga kecintaannya kepada kita umatnya.

Dzikir terus berlanjut dalam kekhusu'an. Tidak hanya aku, jamaah lain pun terlihat tidak kuasa menahan sedu sedan. Kami larut dalam dzikir. Larut dalam permohonan ampun dengan kalimat istighfar. Kami pun dipandu untuk mengenang jasa kedua orang tua, menghadirkan wajahnya, membayangkan kedua alisnya, kemudian memohonkan ampun atas dosa-dosanya. Disesie ini dadaku terasa sesak, tangisku membuncah dalam isakan. Aku teringat betapa selama ini banyak berbuat salah terhadap kedua orangtuku.

Sebelum dzikir usai, kami diberi kesempatan untuk berdo'a, memohon kepada Allah tentang apa-apa yang sedang kami butuhkan saat ini. Do'a apa yang aku panjatkan? Rasanya tidak perlu disebutkan disini. Tapi yang pasti, semua orang ingin mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat, dan itulah inti dari semua do'a.

Setelah seluruh rangkaian acara usai, kami pun pulang. Cuaca yang mendung membuat kami harus bergegas agar tidak kehujanan dijalan. Merasakan betapa besar manfaat berdzikir, aku dan suami berniat akan hadir dimajlis ini, tiap satu bulan sekali. Semoga dengan menghadiri majlis ilmu sekaligus majlis dzikir, hati kami menjadi tenang dan tentram dan lebih siap menjalani kehidupan.


8 komentar:

  1. Amiinnn.
    Abis ikut dzikir, hati memang rasanya tenaaaanngg bgd ya mak. Ini nih, salah satunya, yg bikin ketagihan ikut dzikir besar ini, apalagi dipandu ust. Arifin.
    Tfs ya mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mak Inda Chakim. Sering dateng ke Az Zikra kah?

      Hapus
  2. Alhamdulillah ya Mak...memanfaatkan wkt semaksimal mgkn wisata religi dan mendptkan siraman rohani..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mak, biar seimbang, jadi jalannya juga lancar :)

      Hapus
  3. Wisata rohani memang bisa membuat hati lega dan pikiran tenang. Sudah lama Bunda tidak mengadakan wisata rohani ke masjid-masjid dan sujud di dalamnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari Bund, berwisata ke masjidnya Ustad Arifin Ilham, pulangnya mampir ke rumahsaya :)

      Hapus
  4. menyaksikan seseorang berislam, selalu ada rasa haru...dulu waktu kuliah di Bandung di ponpes Darut Tauhid aa Gym jg sering ada yg berislam :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Mak, hati kayaknya ikut bergetar :)

      Hapus