Minggu, 07 Januari 2018

Menabung Saham Ala Pemula part 2

Oya, pada tulisan kemarin yang bisa dibaca disini, aku belum bercerita tentang "perjuangan" kami dalam membuat rekening sekuritas. Bagaimana bukan sebuah perjuangan, jauh-jauh dari Bojonggede kami datang ke plaza mandiri. Melewati macet yang panjang, kepanasan, kehausan (lebay), eh, begitu sampai didepan CS ternyata syarat yang kami bawa belum lengkap. 

Aku lupa meminjam NPWP paksu (pak suami). Kartu mahasiwa serta cover tabungan Mba Ifa juga nggak kebawa. Awalnya aku sempat kaget "Masya Allah, masa kami harus balik lagi ke tempat ini ?" Gumamku. Beruntung sekarang jamannya online, jadi kami tinggal melengkapi kekurangannya dan mengirimkannya lewat email. Alhamdulillah.


Jadi, ada beberapa syarat yang harus kita lengkapi saat membuat rekening sekuritas. Yaitu KTP/kartu pelajar, kartu keluarga, NPWP, kalau belum punya NPWP bisa pakai punya ortu. Tapi kalau ortu juga tidak punya, boleh tidak pakai NPWP dengan ketentuan pajak yang dikenakan disaat transaksi akan lebih besar. Kemudian cover tabungan dan KTP ortu. Jangan lupa materai 6000 sebanyak 3 lembar. 

Hal lain yang membuat aku bingung, ketika Mba CS menyampaikan kalau nominal terkecil untuk membuat rekening sekuritas sebagai dana awal adalah 2 juta. Kemudian aku menjelaskan bahwa kami mendapat rekomendasi dari Mas Saidjan yang sebelumnya mengatakan kalau untuk pelajar nggak harus 2 juta,   Mba CS yang aku lupa namanya, hanya berujar, "baik nanti akan coba kami proses."

Mas Saidjan adalah CS bank mandiri yang dulu membantuku membuka rekening sekuritas. Dan sebelum aku mengantar Mba Ifa, terlebih dulu aku mengontaknya via email, bertanya tentang pembukaan rekening sekuritas bagi mahasiswa. 

Nah, setelah kita memiliki rekening sekuritas dengan beberapa rupiah didalamnya, kita sudah bisa mulai membeli saham. Cara membelinya adalah melalui laman web yang sudah disediakan oleh sekuritas yang kita pakai. Untuk bank mandiri kita bisa masuk ke http://most.co.id

Waktu baru pertama kali mengenal saham, ada semacam kekhawatiran "jangan-jangan harganya mahal ya, namanya aja saham perusahaan" Ternyata kekhawatiran itu tidak terbukti. Ada banyak saham bagus yang harganya masih terjangkau. Contohnya saham INDF (indofood) per lembarnya Rp. 7675, ADHI (kontraktor) per lembarnya Rp.1.895, ADRO (perminyakan) Rp. 1.915, KLBF (obat) Rp. 1.760. Dan masih banyak lagi.
Harga tersebut per tanggal 5 Januari 2018.

Minimal saham yang bisa kita beli adalah 1 lot (100 lembar). Jadi hanya dengan uang sebesar Rp. 176.000 kita sudah bisa membeli saham KLBF yang merupakan perusahaan obat terkenal. Dengan uang sebesar Rp. 191.500 kita sudah bisa memiliki saham perusahaan perminyakan, dst. Keren, kan ?

Jika kita berniat menabung saham, teruslah menambah jumlah lot nya. Semakin banyak jumlah saham yang kita miliki, maka jika harga saham tersebut naik, keuntungannya pun semakin besar. Para pakar menyarankan agar kita memakai dana lebih ketika membeli saham. Bukan dana yang akan dipakai untuk hal lain, apalagi membeli saham dengan uang hasil berhutang. Yang seperti ini sangat tidak disarankan.

Segala tindakkan pasti ada resikonya, demikian juga berinvestasi didunia saham. Oleh karena itu kita perlu belajar dan banyak membaca.  

Masih penasaran ? OK, insya Allah nanti akan kita lanjut pada tulisan berikutnya dengan judul Sekolah Pasar Modal. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar