Sabtu, 20 Desember 2014

Setup Tikus !



Setelah bakso tikus, ada juga setup tikus. Oh,  betapa kejamnya dunia! 
Sebenarnya nggak tega menulis judul yang terlalu ekstrim, tapi kalau bukan setup tikus, namanya apa ya? *garu-garuk kepala*


Jadi, waktu sekolah di Semarang, aku ngekos disebuah rumah tua, yang luasnya kurang lebih 30 m2. Tentu saja aku tidak sendiri, tapi bersama 5 orang temanku yang lain. Rumah itu memiliki 3 kamar tidur, satu ruang tamu yang berfungsi sebagai tempat belajar, secuil dapur dan satu kamar mandi.

Cukup nyaman sebenarnya, hanya saja kami sering merasa terganggu oleh keberadaan para tikus. Kalau tikus atap, tidak terlalu merisaukan, karena gangguannya hanya berupa suara gradak gruduk tanpa memperlihatkan diri. Tapi kalau tikus got, yang masuk rumah melalui saluran pembuangan air dari kamar mandi, kami merasa sangat terganggu. Rasanya jijik dan takut kalau melihat ia muncul.

Beberapa cara sudah kami lakukan agar ia tidak masuk ke dalam rumah. Dari mulai menabur bedak agar ruangan dapur yang letaknya paling dekat dengan kamar mandi, menjadi wangi sehingga tikus tidak kerasan, menabur kapur barus/kamfer, sampai menutup pintu kamar mandi rapat-rapat agar tikus tidak bisa masuk. Tapi dengan merbagai cara, tikus tetap datang dan datang lagi. Rupanya tikus tidak kalah pinter dengan manusia.

Tidak jarang kami jejeritan jika sedang memasak didapur, tiba-tiba ada tikus yang melintas didekat kaki kami. Jika ada waktu luang, sesekali kami memang memang memasak lauk pauk sendiri. Air minum juga kami rebus seperti biasa. Apalagi jaman dulu belum ada air minum mineral pake galon.

Nah, pada suatu hari, salah seorang temanku merebus air untuk minum. Setelah air matang, ia bergegas berangkat ke kampus karena ada jadwal kuliah. Sebelum pergi, ia sempatkan membuka sedikit tutup panci yang berisi air minum, agar cepat dingin.

Tidak berapa lama setelah temanku berangkat ke kampus, temanku yang lain, sebut saja namanya Rini, pulang. Cuaca yang cukup panasn diluar, membuat Rini yang baru selesai kuliah kehausan. Rasa haus membuat ia tidak sabar untuk segera menenggak air minum. Namun, sesampainya di dalam rumah, ia mendapati dua teko tempat air minum kosong. 
 
Tanpa pikir panjang, Rini mengambil gayung air minum, untuk menyiduk air dari dalam panci yang letaknya ada dibawah meja. Air dituangkannya kedalam gelas, dan ia pun minum dengan nikmatnya. Aaaah...segar, gumamnya dalam hati. Setelah dahaganya hilang, Rini berniat menuangkan air yang ada di panci, kedalam teko, karena sudah cukup adem.

Namun, betapa terkejutnya Rini, ketika hendak mengangkat panci, ternyata ada seekor tikus setengah matang, sudah mengambang didalamnya! Spontan ia pun berteriak. Masya Allah....! Ueeek....ueeek....ueeeeek.....