Tampilkan postingan dengan label pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengalaman. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Maret 2015

Spageti Ala Ummi

Basko atau mie ayam adalah makanan yang banyak digemari, tidak terkecuali oleh keluarga kami. Biasanya disaat kami ngumpul diakhir pekan, hampir tidak terlewat, kami menikmati makanan ini, sebagai teman ngumpul agar semakin seru. Apalagi sekarang tepat didepan rumah kami, ada penjual bakso dan mie ayam, yang rasanya lumayan enak. Jadi ketika malas pergi keluar, kami tetap bisa menikmati makanan ini, tanpa harus bersusah payah.

Tapi...terlalu sering makan bakso atau mie ayam, lama kelamaan bosan juga. Apalagi kedua makanan tersebut, bukanlah makanan sehat (menurutku), karena banyaknya MSG yang ditambahkan ketika membuatnya. Akhirnya aku berusaha mencari alternatif makanan lain yang semisal, tapi sehat dibadan juga sehat dikantong. Akhirnya aku mencoba membuat spageti, yang resepnya aku dapatkan dari hasil obrolan bersama teman-teman. Namun aku tidak mengikuti sepenuhnya resep yang aku dapatkan itu, tapi aku modifikasi sesuai seleraku. Dan hasilnya lumayan enak, dan yang pasti lebih sehat karena aku tidak menambahkan MSG. Gimana mau menambahkan, orang dirumahku nggak ada persediaan MSG.

Selasa, 03 Maret 2015

Gigi Yumna Tanggal

Seingatku, gigi mulai tanggal, berganti dari gigi susu menjadi gigi seri itu setelah anak berusia 7 tahun. Tapi Yumna yang baru genap 6 tahun bulan Mei nanti, giginya sudah mulai tanggal. Awalnya aku melihat dua gigi depan bagian bawah Yumna, posisinya menjorok kedepan. Setelah aku pegang, ternyata gigi tersebut otek, dan dibagian pangkalnya sudah tumbuh gigi baru. Pantas saja kemarin badan Yumna sempat panas, ternyata sedang tumbuh gigi, tho? Alhamdulillah...berarti anakku sudah besar, dalam hati aku bersyukur.

Dulu, Helmi dan Iqlima kakak Yumna, mulai tumbuh gigi seri itu pas sudah duduk di kelas satu SD, berarti sekitar usia 7 tahunan. Aku heran, kenapaYumna yang belum genap 6 tahun sudah tumbuh gigi, ya? Apa karena Yumna kelebihan kalsium? Aku berharap mudah-mudahan ini gejala yang normal.
 
Melihat gigi Yumna otek, aku meminta Yumna untuk mengotek-oteknya tiap hari, agar gampang lepas. Sebenarnya, ada niat unuk membawa Yumna kedokter gigi, tapi berdasarkan pegalaman kakak-kakaknya, dicabut gigi oleh dokter itu rasanya jauh lebih sakit, ketimbang gigi lepas sendiri. Makanya aku usahakan agar gigi Yumna lepas sendiri saja.

Sampai akhirnya tanganku gatel, dan ingin mencabut gigi Yumna yang sedikit lagi akan lepas. Dengan berpura-pura ingin memegang (modus), aku tarik gigi Yumna pelan-pelan, dan...hup! Gigi Yumna lepas! Yumna meringis kesakitan. Aku segera mengambil kapas dan meminta Yumna untuk menggigitnya untuk menghentikan perdarahan.


Alhamdulillah...gigi Yumna tanggal :)

Tanpa ada yang menyuruh, Yumna segera minta makan es krim, katanya biar cepat sembuh (kesempatan dalam kesempitan). Maksud sebenarnya, sih, agar pendarahan berhenti dan luka bekas gigi yang dicabut cepat tertutup. Setelah makan es krim, Yumna sudah bisa nyengir lagi, kali ini degan gigi ompongnya :)

hihihihi....gigiku ompong :)

Masih ada gigi Yumna yang otek, dengan gigi baru dipangkalnya, yang letaknya bersebelahan dengan gigi yang baru dicabut. Itu adalah PR berikutnya, tapi nunggu benar-benar otek baru ditarik, agar tidak terlalu sakit.





























































































































































































































































































































































































































Jumat, 09 Januari 2015

Mengecat Rumah Itu Mudah

Anak-anak libur 2 pekan, suami libur delapan hari meski nggak nyambung. Wow, liburan yang cukup panjang. Asyik kumpul-kumpul dengan keluarga ternyata bikin males buka lapi. Dan baru hari ini aku maksain diri untuk menulis.

Hai, hai, hai...Alhamdulillah, liburan kemarin cukup berkesan. Meski lebih banyak beraktifitas didalam rumah karena hari-hari diwarnai hujan. Bahkan tiket liburan ke Gumati Water Park yang sudah jauh-jauh hari aku beli, tidak jadi kami pakai. Bagaimana mau main air, kalau didalam rumah saja kami kedinginan? Beruntung batas akhir pemakaian tiket masih satu tahun, yaitu Desember 2015. Jadi masih bisa disimpan untuk dipakai sewaktu-waktu jika sudah sempet.

Kami pun lebih banyak berdiam didalam rumah, layaknya beruang yang sedang hibernasi dimusim dingin :P

Sabtu, 01 November 2014

Berpagi-Pagi dengan Teh Basi





Suka ngeteh? Kayaknya, sih hampir semua orang Indonesia suka ngeteh. Tapi kalau pagi-pagi minum teh basi? Nggak mungkin, lah ya, bisa mabok nanti (piiis). Pagi-pagi enaknya nyruput teh hangat, ditemani singkong goreng, pisang goreng, biskuit atau apa saja cemilan ringan.


Selasa, 06 Desember 2011

HUJAN ES

Jam tiga sore langit yang sebelumnya cerah, perlahan-lahan berubah menjadi mendung, gelap seperti menjelang malam. Tak lama hujan deras disertai angin kencangpun turun, kilat menyambar-nyambar bagai cambuk api yang di lecutkan oleh pemilknya, disertai bunyi yang menggelegar saling bersahutan. Subhanallah....Allah sedang menunjukkan kuasaNYA.

Aku yang berada di dapur waktu itu, mendengar bunyi hujan yang agak berbeda dari biasanya. Dapur rumah kami berdekatan dengan tangga menuju keatas, dan atap diatas tangga menggunakan fiber dari plastik, sehingga suara hujan amat jelas terdengar, dan kali ini lebih jelas lagi karena suara dentingan hujan sepertinya berbeda.

Setengah berlari aku menuju keruang tamu, untuk melihat kehalaman rumah melalui jendela. Dugaanku benar, ternyata sedang terjadi hujan es. Es sebesar biji jagung bertebaran di halaman rumah kami, anak-anakku berlarian keluar untuk memungut es-es tersebut. Subhanallah...seumur hidup baru kali ini aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, es-es berjatuhan dari langit. Biasanya aku hanya mendengar cerita orang atau melihat di televisi tentang fenomena hujan es.

Entah hanya mitos atau memang kenyataan, dari yang pernah ku dengar es-es tersebut katanya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit, terutama mencegah sakit gigi. Tapi aku tidak berkeinginan untuk memakannya, aku khawatir pendapat itu hanya mitos yang berbau syirik, jadi lebih baik aku menghindarinya.

Yang pasti hujan es adalah sebuah fenomena alam yang wajar, aku hanya senang dan takjub, karena baru kali ini mengalaminya.

 

Sabtu, 26 November 2011

ANAKKU TIDAK MAU SEKOLAH

Menjadi orang tua tidaklah mudah, menjadi ibu tidaklah gampang, inilah yang aku rasakan.
Tidak ada niat untuk mengeluh, aku hanya ingin berbagi, karena peristiwannya pun sudah lama berlalu.
Bermula dari kebiasaanku yang enggan keluar rumah, kecuali untuk sesuatu yang sangat penting, anakku pun tumbuh menjadi anak yang lebih suka bediam diri di dalam rumah dengan aktifitas yang paling di gemarinya yaitu menonton tv.
Waktu itu aku baru memiliki dua orang anak, anak pertamaku perempuan, dia tumbuh dan berkembang tanpa masalah yang berarti. Anakku yang kedua laki-laki, kami memberinya nama Helmi,  dia sehat, tumbuh dan berkembang secara normal, di usia dua tahun sudah lancar berbicara, hanya satu yang kadang terlihat berbeda, Helmi seperti tidak suka jika bertemu dengan orang lain, bahkan cenderung takut, tapi aku tidak terlalu memikirkan hal ini, aku menganggapnya wajar.

Di usia 4 tahun seperti anak yang lain, aku memasukkan Helmi ke TK, di sinilah aku mulai melihat bahwa anakku berbeda dengan anak yang lain. Hari-hari pertama sekolah, ia kelihatan senang dan bersemangat, tapi ini hanya berlangsung satu minggu saja, hari-hari berikutnya untuk pergi ke sekolah ia harus di bujuk, karena ia selalu menolak dg alasan pusing ingin muntah, dan lain2. Meski akhirnya mau berangkat, tapi di sekolah ia tidak mau di tinggal, selalu minta di tungguin, padahal TK dan rumah kami letaknya bersebelahan, tapi Helmi sepertinya tidak merasa nyaman kalau tidak ada aku di sekolah.

Di sekolah ia tidak mau bergabung dengan teman2nya, hanya dengan satu orang saja ia berteman yaitu Faqih, setiap hari selalu dengan Faqih tidak mau dengan yang lain. Komunikasi dengan  gurupun sangat jarang di lakukan, jika di tanya ia hanya menjawab dengan bahasa isyarat, mengangguk atau menggeleng. Menurut Bu Leni, Helmi hampir tidak pernah mengeluarkan suara sehingga bagi orang yang tidak tahu, akan menyangka bahwa anakku bisu.

Kejadian ini berlangsung hingga 6 bulan, sampai suatu saat ada seorang psikolog yang memang   secara berkala datang ke TK, melakukan tes psikologis bagi anak-anak TK termasuk anakku Helmi.
Dari hasil tes diketahui bahwa anakku memiliki sebuah problem psikologis, yang harus segera di tangani. Menurut Pak Win (nama psikolog tersebut) anakku memiliki beban masalah sebanyak 600, sementara normal anak seusiannya, beban masalah yang bisa di tanggung adalah 300.

Aku yang awam dengan istilah ilmu psikologis, kebingungan. Kenapa bisa seperti ini? beban masalah apa yang di tanggung anakku hingga berpengaruh ke pertumbuhan mentalnya? padahal aku merawat Helmi dengan baik, dan aku sangat menyayanginya.
Menurut Pak Win, seorang anak akan mengurai masalah yang ia punya dengan bermain, bermain merupakan kebutuhan bagi anak, sedangkan anakku lebih suka berdiam diri di rumah.
Atas saran Pak Win, anakku dianjurkan untuk mengikuti terapi selama kurang lebih 6 bulan. Demi kebaikan anakku, aku ikuti saran beliau.

Selama menjalani terapi, perlahan-lahan anakku mulai mengalami perubahan. Ia sudah mulai bisa berkomunikasi secara normal, dan bisa menerima serta bergaul dengan teman2nya yang lain, tidak hanya dengan Faqih saja. Aku sangat bersyukur dengan kondisi ini.
Setelah 6 bulan berlalu, Pak Win mengatakan bahwa terapi untuk Helmi sudah selesai dan di rasa cukup. Alhamdulillah.... aku merasa lega sekarang.
Tapi apakah masalah selesai sampai disini...? Tidak.


Silahkan ikuti ANAKKU TIDAK MAU SEKOLAH  part 2 
   

Rabu, 16 November 2011

USTAD HNW MINTA PULSA, BENARKAH?

Kejadiannya sudah beberapa hari yang lalu. Siang itu sebelum istirahat aku membuka facebook, aku melihat ada banyak sekali teman-teman FB yang sedang on line salah satunya adalah ustad HNW. Aku agak sedikit heran, jarang sekali aku melihat ustad HNW on line, biasanya beliau hanya menulis status, itupun untuk sesuatu yang penting saja. Tapi kali ini beliau on line cukup lama.
Aku tidak ingin kehilangan kesempatan dengan niat menyalami beliau, tanpa membuang waktu ku sapa beliau. "Assalamualaikum...ustad" tidak lama kemudian ustad menjawab "waalaikumsalam..."  "saya hanya ingin mengucap salam saja, mudah-mudahan ustad selalu dalm ridho Allah SWT" aku melanjutkan "amin ya rabbalalamin..." ustad HNW mengaminkan do'aku.

 
Bla bla bla... sapaanku berlanjut dengan beberapa dialog singkat, sampai akhirnya ustad HNW mengatakan kalau beliau sedang membutuhkan pulsa indonesia, dengan alasan sekarang ini beliau berada di Singapoer. Aku terhenyak.....ustad HNW minta pulsa, benarkah? aku bertanya dalam hati, bukankah beliau punya banyak relasi, buat apa beliau minta pulsa di FB seperti ini? Meski curiga aku tetap berusaha berbaik sangka, siapa tahu beliau memang sedang membutuhkan bantuan. Setengah berkelit aku meminta ijin ke ustad untuk menghubungi temanku terlebih dahulu. Lalu aku menghubungi Bu Ning seorang teman yang kebetulan juga menjual pulsa. Niatku antara ingin mengirim pulsa atau meminta pendapat Bu Ning, dengan spontan Bu Ning berujar " wah...ini sih kasus bu, paling ini kerjaan hecker, ngga mungkin ustad HNW minta-minta pulsa"  benar juga apa yang di katakan Bu Ning, setidaknya kecurigaanku mendapat dukungan. Akhirnya aku batalkan niat mengirim pulsa untuk "ustad HNW".

 
Aku yang tidak pernah mengalami hal seperti ini, masih ragu-ragu, aku khawatir menyesal kalau ternyata benar ustad HNW sedang membutuhkan bantuan . Biasanya penipuan pulsa yang aku alami, hanya melalui sms yang langsung aku hapus begitu saja.
Akhirnya untuk memantapkan hati ku cari second opinion dengan cara menceritakan apa yang aku alami kepada salah seorang yang sedang on line, dengan harapan bisa sharing barangkali orang tersebut mengalami hal serupa denganku. Ku pilih orang secara acak, dapatlah orang dengan inisial AA. Dari cerita AA inilah aku merasa yakin bahwa yang sedang on line sebagai ustad HNW adalah seorang hecker, hecker ini sudah berpengalaman sudah berusaha di lacak dan di kejar tapi tidak terkejar, begitu menurut AA.

 
Alhamdulillah....aku  merasa lega sekarang, tanpa membuang waktu aku langsung menulis status di FBku untuk memperingatkan teman-teman agar hati-hati terhadap ulah hecker nakal ini. Malam hari aku baca sebuah berita di islammedia on line, bahwa ada penipuan pulsa atas nama ustad Hidayat Nurwahid di facebook.
Ada ribuan follower ustad HNW, dari sekian ribu itu kira-kira ada berapa orang yang sudah tertipu? Sungguh prilaku yang tidak bertanggung jawab, memfitnah dan menipu orang. Aku bersyukur tidak sampai terpedaya oleh orang yang tidak bertanggung jawab tersebut, dan ini menjadi pengalaman berharga buatku.


Wahai para hecker nakal....bertobatlah selagi masih ada kesempatan, apapun yang kalian lakukan pasti akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah.
Bergabunglah bersama kami disini, manfaatkanlah kepandaian kalian untuk berbuat kebaikan !!!