Sebagai pemeluknya, tentu aku mancintai Islam sebagai agamaku. Menurutku, percuma jika kita mengaku sebagai seorang muslim, tetapi tidak mencintai Islam. Kata orang sih hoax namanya :)
Kenapa mencintai? Tentu masing masing kita punya alasan yang berbeda-beda. Ada yang karena Islam itu agama yang penuh dengan kasih sayang, ada yang karena Islam mewajibkan berjilbab sementara memakai jilbab itu membuatku lebih cantik, gitu loh...bla bla dan lain lain.
Senin, 31 Maret 2014
Minggu, 30 Maret 2014
Polusi Suara Tiada Tara
Semenjak jalan yang melintas di depan rumah kami diambil alih oleh pemda setempat dan dijadikan jalan alternatif, lalulintas kendaraan jadi semakin padat. Polusi suara dan polusi udara pun, tak terhindarkan.
Kebisingan yang semakin sangat setiap hari, sepertinya masih belum cukup. Tetangga sebelah kanan kami, selisih satu rumah dari rumahku, membuka bengkel motor tepat di depan rumahnya.
Suara motor dari bengkelnya yang meraung raung, semakin memekakkan gendang telinga. Meski diawal beroprasinya, bengkel tersebut sudah mendapat teguran dari Pak Rt, namun semua itu tidak digubris. Bengkel tetap beroprasi hingga sekarang. Si empunya bengkel tidak mengindahkan aturan bahwa sebenarnya bengkel tidak diperbolehkan beroprasi di tengah-tengah perumahan penduduk.
Kebisingan yang semakin sangat setiap hari, sepertinya masih belum cukup. Tetangga sebelah kanan kami, selisih satu rumah dari rumahku, membuka bengkel motor tepat di depan rumahnya.
Suara motor dari bengkelnya yang meraung raung, semakin memekakkan gendang telinga. Meski diawal beroprasinya, bengkel tersebut sudah mendapat teguran dari Pak Rt, namun semua itu tidak digubris. Bengkel tetap beroprasi hingga sekarang. Si empunya bengkel tidak mengindahkan aturan bahwa sebenarnya bengkel tidak diperbolehkan beroprasi di tengah-tengah perumahan penduduk.
Sabtu, 29 Maret 2014
Lovely Pets
Banyak orang yang tidak menyukai binatang peliharaan, termasuk aku. Tapi hampir semua anak kecil terutama anak lelaki menyukai binatang. Demikian juga Helmi anakku.
Helmi sangat menyukai binatang. Beberapa jenis binatang pernah dibelinya. Seperti kelinci, hamster, burung, berbagai jenis ikan, anak ayam yang berwarna warni, dan keong.
Ketika usia delapan Helmi tahun, ia pernah dibelikan kelinci oleh Abi. Sebenarnya aku keberatan, karena pasti akan repot merawatnya. Tapi Helmi bersikeras dengan alasan dia lah yang nanti akan merawat kelinci tersebut. Akhirnya, kami pun meluluskan permintaannya.
Kamis, 20 Maret 2014
Putihnya Hati Kami Memutihkan GBK
Uforia keriuhan GBK sudah sangat terasa beberapa hari menjelang berlangsungnya kampanye akbar PKS. Hal itu tercermin dalam status-status facebook ataupun twitter para kader ataupun simpatisan, yang memang sebagian besar adalah para netter.
Tentu saja tak terkecuali status fb saya. Ya, uforia serta semangat untuk segera memutihkan GBK memang sangat menggebu. Rasanya tidak sabar untuk segera sampai di hari Minggu, dan datang ke GBK....huff!
Sabtu, 15 Maret 2014
Weekend itu Baksos
Beberapa bulan terakhir, tiap akhir pekan kami disibukkan dengan acara baksos. Baksos diselenggarakan di beberapa tempat yang memang di anggap membutuhkannya.
Tujuan kami menyelenggarakan baksos adalah untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, juga untuk mensosialisasikan calon anggota legislatif yang kami usung, yang sengaja kami undang untuk hadir di tengah-tengah acara baksos.
Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa tanggal 9 April mendatang akan ada pemilu legislatif yang diadakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Untuk itulah kami para kader PKS berinisiatif mengadakan baksos. Selain bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu dan sosialisasi caleg, secara tidak langsung kami juga ikut meringankan kerja pemerintah dalam mensosialisasikan pemilu kepada masyarakat.
Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa tanggal 9 April mendatang akan ada pemilu legislatif yang diadakan secara serentak di seluruh Indonesia.
Untuk itulah kami para kader PKS berinisiatif mengadakan baksos. Selain bertujuan untuk membantu masyarakat kurang mampu dan sosialisasi caleg, secara tidak langsung kami juga ikut meringankan kerja pemerintah dalam mensosialisasikan pemilu kepada masyarakat.
Rabu, 05 Maret 2014
Mimi Cucu
Meski usianya hampir lima tahun, Yumna masih saja minum susu pake botol. Bahkan Yumna tidak bisa tidur nyenyak sebelum "ngebotol". Kebiasaan tersebut sudah melekat, sehingga sulit untuk dihilangkan.
Nggak heran jika gigi Yumna jadi berwarna kehitaman terutama gigi bagian depan. Kalau minum susunya hanya siang hari, mungkin giginya tidak rusak, karena setelah minum susu bisa langsung gosok gigi atau berkumur. Tapi, Yumna juga minum susu pada malam hari menjelang tidur dan dini hari, setelah itu ia langsung tertidur pulas tanpa sempat berkumur apalagi menggosok gigi. Pantas saja kalau gigi Yumna akhirnya karies.
Yumna sebenarnya bukan "anak sapi" yang minum susu botol sejak bayi. Begitu lahir, aku langsung memberinya ASI eksklusif selama enam bulan. Setelah itu aku memberinya makanan pendamping, tapi ASI tetap aku berikan. Ketika Yumna berumur 1,5 tahun, aku mulai mengenalkannya pada susu botol. Tujuanku waktu itu, untuk mempermudah menyapihnya.
Selasa, 18 Februari 2014
Pemalang Tercinta
Menghirup udara pagi kota Pemalang, rasanya sangat menyegarkan. Cuaca yang mendung waktu itu, membuat udara terasa sejuk meski sebenarnya Pemalang adalah kota yang cukup panas, mengingat letaknya yang tidak jauh dari pantai.
Entah sudah berapa lama aku tidak singgah di kota ini. Hal ini membuatku merasa sangat kangen. Kangen suasananya, kangen keramaiannya yang tidak terlalu ramai, kangen kulinernya, kangen alun-alun, kangen SMANSA, dan kangen kangen yang lain.
Dulu, selama tiga tahun aku tinggal di kota ini, untuk menimba ilmu dibangku SMA. Hal ini membuatku merasa sangat akrab. Aku hafal tempat-tempat "penting" seperti Sirandu, dulu adalah sebuah terminal, gedung olahraga Kridanggo, pasar pagi, pecinan, RSUD, perumahan BTN, SMAN 1 yang merupakan almamaterku, Swalayan yang dulu merupakan satu satunya tempat belanja yang barang belanjaannya boleh mengambil sendiri, Widuri, obyek wisata pantai andalan kota Pemalang, dan lain-lain.
Sebagian tempat-tempat tersebut letaknya masih sama seperti dulu, namun ada satu dua yang sudah dipindahkan.
Selain kangen dengan suasananya, aku juga sangat ingin kembali mencicipi kuliner khas kota Pemalang. Di pagi hari yang sejuk, bersama Iqlima anakku, aku menyempatkan diri pergi ke alun-alun. Untuk menikmati sarapan sego megono yang di jual di tempat tersebut.
Beruntung seorang sahabat fb memberitahuku bahwa sego megono yang dijual di depan Masjid Agung yang letaknya di samping alun-alun, rasanya lumayan enak. Berdasarkan informasi tersebut, aku langsung meluncur ke TKP.
Menurut Iqlima sego megononya enak, tapi menurutku rasanya biasa saja. Meski ibu anak, tapi selera bisa saja berbeda. Dulu, sego megono yang aku nikmati seringnya hasil olahan ibu kos yang terkenal pandai memasak, sehingga rasanya sangat enak. Aku berharap sarapan sego megono kali ini, rasanya juga seenak itu. Tapi ternyata tidak, maklumlah beda orang, pasti juga beda cara membuatnya.
Selain sego megono, ada lagi santapan lezat kota Pemalang yang lain yaitu soto grombyang. Makanan ini lebih terkenal dari sego megono. Menurutku, soto grombyang yang rasanya paling enak adalah yang dijual di Sirandu.
Tapi sayang, aku tidak sempat menikmati lezatnya soto grombyang. Kedatanganku ke Pemalang bukanlah untuk berwisata, tapi untuk menjenguk Bapak yang sedang sakit dan dirawat di rumah sakit. Jadi rasanya tidak etis kalau aku jalan-jalan berkeliling kota Pemalang, sementara Bapak sedang terbaring di rumah sakit. Mudah-mudahan lain waktu aku bisa menikmati panasnya soto grombyang yang lezat, khas kota Pemalang.
Ramainya kota Pemalang yang tidak terlalu ramai, cukup enak untuk dinikmati. Di sini hampir tidak dijumpai kemacetan. Sangat berbeda dengan daerah tempat tinggal kami. Meski hanya kota kecamatan, tapi kemacetan hampir selalu ada disetiap titik. Pemalang adalah kota kabupaten, tapi sejauh mata memandang, lalu lintas hanya terlihat ramai lancar.
Pemandangan unik lainnya adalah, banyaknya pelajar yang mengendarai sepeda menuju tempat belajarnya. Bagi Iqlima ini sangat mengesankan. Bahkan Ia tidak mau naik angkot sepulang dari alun-alun, hanya agar bisa puas memandangi para pelajar bersepeda tersebut. Bahkan Iqlima sempat berucap, kalau ia ingin bersekolah di Pemalang.
Sayang aku tidak bisa berlama lama singgah di kota kecil ini. Selain karena Bapak yang sudah kembali pulih kesehatannya dan berniat untuk pulang, juga karena Senin esoknya Iqlima sudah harus bersekolah.
Mudah-mudahan pada kesempatan lain aku bisa singgah kembali di kota Pemalang, untuk menuntaskan rasa kangenku.
Selain kangen dengan suasananya, aku juga sangat ingin kembali mencicipi kuliner khas kota Pemalang. Di pagi hari yang sejuk, bersama Iqlima anakku, aku menyempatkan diri pergi ke alun-alun. Untuk menikmati sarapan sego megono yang di jual di tempat tersebut.
Beruntung seorang sahabat fb memberitahuku bahwa sego megono yang dijual di depan Masjid Agung yang letaknya di samping alun-alun, rasanya lumayan enak. Berdasarkan informasi tersebut, aku langsung meluncur ke TKP.
Menurut Iqlima sego megononya enak, tapi menurutku rasanya biasa saja. Meski ibu anak, tapi selera bisa saja berbeda. Dulu, sego megono yang aku nikmati seringnya hasil olahan ibu kos yang terkenal pandai memasak, sehingga rasanya sangat enak. Aku berharap sarapan sego megono kali ini, rasanya juga seenak itu. Tapi ternyata tidak, maklumlah beda orang, pasti juga beda cara membuatnya.
Selain sego megono, ada lagi santapan lezat kota Pemalang yang lain yaitu soto grombyang. Makanan ini lebih terkenal dari sego megono. Menurutku, soto grombyang yang rasanya paling enak adalah yang dijual di Sirandu.
Tapi sayang, aku tidak sempat menikmati lezatnya soto grombyang. Kedatanganku ke Pemalang bukanlah untuk berwisata, tapi untuk menjenguk Bapak yang sedang sakit dan dirawat di rumah sakit. Jadi rasanya tidak etis kalau aku jalan-jalan berkeliling kota Pemalang, sementara Bapak sedang terbaring di rumah sakit. Mudah-mudahan lain waktu aku bisa menikmati panasnya soto grombyang yang lezat, khas kota Pemalang.
Ramainya kota Pemalang yang tidak terlalu ramai, cukup enak untuk dinikmati. Di sini hampir tidak dijumpai kemacetan. Sangat berbeda dengan daerah tempat tinggal kami. Meski hanya kota kecamatan, tapi kemacetan hampir selalu ada disetiap titik. Pemalang adalah kota kabupaten, tapi sejauh mata memandang, lalu lintas hanya terlihat ramai lancar.
Pemandangan unik lainnya adalah, banyaknya pelajar yang mengendarai sepeda menuju tempat belajarnya. Bagi Iqlima ini sangat mengesankan. Bahkan Ia tidak mau naik angkot sepulang dari alun-alun, hanya agar bisa puas memandangi para pelajar bersepeda tersebut. Bahkan Iqlima sempat berucap, kalau ia ingin bersekolah di Pemalang.
Sayang aku tidak bisa berlama lama singgah di kota kecil ini. Selain karena Bapak yang sudah kembali pulih kesehatannya dan berniat untuk pulang, juga karena Senin esoknya Iqlima sudah harus bersekolah.
Mudah-mudahan pada kesempatan lain aku bisa singgah kembali di kota Pemalang, untuk menuntaskan rasa kangenku.
Langganan:
Postingan (Atom)


