Minggu, 27 Oktober 2013

USTADZ BEGO ! PANAS GOBLOK !

 
 
 
 
Judul yang  terdengar kasar tersebut aku ambil dari status seorang teman fb yang aku lupa namanya.
 
Setelah membaca status dan komentar-komentar dibawahnya, aku tahu bahwa sang pemilik status adalah seorang ustadz yang baru saja merukyah pasiennya. Ketika dirukyah, pasiennya itu mengeluarkan kata-kata makian USTADZ BEGO! PANAS GOBLOK!

Sabtu, 26 Oktober 2013

Mengisi Liburan di Perpustakaan

Berbicara tentang perpustakaan, buatku tidak akan ada habisnya.  Semenjak duduk di bangku sekolah dasar, sampai sekarang aku sudah memiliki tiga orang anak, perpustakaan tidak jauh dari keseharianku. Tidak terlalu rutin dan terlalu serius memang, tapi kebutuhan akan bahan bacaan membuatku sering berurusan dengan tempat yang satu ini.

Ketika masih SD, aku sering meminjam buku di perpustakaan sekolah yang waktu itu masih sangat sederhana. Tidak menempati ruangan khusus, tapi menyatu dengan ruangan kelas V. Jumlah bukunya pun sangat terbatas, hanya beberapa deret saja. Tapi, itu semua tidak membuat aku dan teman-teman malas meminjam buku.

Jika aku membaca sebuah buku yang menurutku bagus, maka aku akan menceritakannya kepada teman-temanku, kemudian mereka akan bergantian meminjamnya. Demikian juga sebaliknya. Jika temanku membaca buku yang isi ceritanya seru, maka aku akan mengantri untuk membacanya. Sangkin seringnya membaca buku, ayah memberiku julukan Si Kutu Buku. Itu pengalamanku tentang perpustakaan ketika aku masih SD.

Kegemaranku (kebutuhan) akan buku, berlanjut hingga sekarang. Seringkali guru mengaji memberiku tugas membuat makalah. Untuk mencari literatur, maka aku harus membuka buku. Jika di perpustakaan pribadi kami, aku tidak menemukan buku yang dimaksud, maka aku akan mencarinya di perpustakaan. Baik perpustakaan sesungguhnya ataupun perpustakaan on line alias internet.

Terlebih lagi jika aku harus berbicara, menyampaikan sesuatu didepan ibu-ibu, maka terlebih dahulu aku harus membaca buku agar apa yang aku sampaikan lebih berbobot.

Aku juga pernah ditugaskan untuk mendirikan dan mengelola sebuah perpustakaan. RUMAH PELANGI perpustakaan itu kami beri nama. Buku-bukunya lumayan banyak, dari buku cerita untuk anak sampai buku agama, seperti  berbagai macam fikih, juga berbagai macam tafsir Al Quran. Hampir semua buku tersebut milik pribadi guru mengaji kami. Ada juga majalah-majalah yang merupakan sumbangan dari beberapa orang. Semua buku tersebut boleh dipinjamkan dengan beberapa syarat.

Tapi sayang, perpustakaan tersebut tidak berjalan lama. Kami kekurangan SDM dalam mengelolanya. Waktu itu aku melahirkan anak ke tiga, jadi tidak lagi bisa fokus mengelola perpustakaan.

Mengingat pentingnya membaca, aku berusaha membuat anak-anakku menyukai buku. Sesekali aku membelikan buku yang mereka inginkan. Kamipun memiliki perpustakaan pribadi di rumah, meski jumlah bukunya tidak terlalu banyak.

Alhamdulillah, anak-anakku juga memiliki kegemaran membaca. Bahkan pada libur panjang kemarin, mereka mengajakku untuk pergi ke perpustakaan daerah kabupaten Bogor yang terletak di Cibinong. Anak-anak berkeinginan menghabiskam masa liburan sekolah dengan sering-sering berkunjung keperpustakaan. Aku sangat senang mendengar keinginan mereka.


 
perpustakaan daerah kabupaten Bogor

Kamis, 17 Oktober 2013

Dua Kebanggan Untuk Pemain Bola Indonesia

 
tak lupa melakukan sujud syukur
 
 
Kita, khususnya para bola mania Indonesia baru saja mendapat kejutan indah dengan menangnya garuda muda U 19, yang berhasil merebut gelar sebagai juara AFF 2013. Dua tahun sebelumnya, Indonesia hanya mampu menjadi runner up alias langganan final tanpa bisa memboyong piala utama.
 
Kebanggaan itu semakin bertambah, ketika beberapa hari kemudian tim garuda muda U 19, kembali meraih gelar sebagai juara grup, setelah berhasil mengalahkan juara bertahan 12 kali berturut-turut Korea Selatan, pada ajang kompetisi piala AFC. Tentu ini menjadi kebahagiaan yang luar biasa bagi para bola mania Indonesia.
 
Setelah kemenangan itu, harapan kembali berlabuh, berharap Indonesia bisa menjuarai kompetisi bergengsi berikutnya, setelah sekian lama hanya kekalahan dan runner up yang di dapatkan.
 
Meski mungkin aku bukan pencinta bola sejati. Aku menonton bola karena suami dan Helmi anak lelakiku menontonnya. Mau nggak mau aku ikut nonton karena channel tv tidak boleh diganti sama sekali.
 
Dari yang awalnya tidak sengaja, lama-kelamaan asyik juga melihat permainan tim Indonesia yang sangat bagus sampai akhirnya JEBREEET ! GOOOOL !!! Indonesia menang !!!

Kamis, 03 Oktober 2013

SAGON, Kuliner Unik Rasa Asik

Waktu masih kecil, aku sering menjumpai makanan ini (sagon) terutama di hari lebaran. Sagon sangat mudah dibuat, nggak pake lama, nggak pake ribet, sangat sederhana. Tapi soal rasa, tidaklah sesederhana membuatannya. Rasanya enak, manis dan gurih. Aromanya wangi kelapa asli.
 
Karena mudah, aku seringkali membuatnya, terutama jika sedang sibuk dengan berbagai urusan, tapi anak-anak minta dibuatkan sesuatu. Nah, kue sagon inilah yang menjadi andalanku untuk memenuhi keinginan anak-anak.
 
Cara membuatnya sebagai berikut:
 
Bahan: 1. 1 Kg tepung ketan. Biasanya aku pakai tepung ketan rose brand.
           2. 1 Butir kelapa parut.
           3. 1/4 kg gula pasir atau sesuai selera.
           4. garam seujung sendok teh.
 
Cara membuat :
 
- Kelapa parut disangrai hingga kering dan sedikit kecoklatan.
- Campurkan tepung ketan dengan kelapa parut yang sudah disangrai,
   aduk-aduk diatas api kecil, hingga warna tepung ketan berubah agak kecoklatan tanda sudah matang. Matikan api, dan biarkan sampai suhunya turun.
- Taburkan gula pasir kedalam kue sagon, tambahkan garam, agar rasanya seimbang, ratakan.
 
Taraaa....kue sagon siap disantap!



Karena bentuknya seperti tepung, ketika memakannya dilarang sambil ngobrol, bisa tersedak nanti.
 
Bentuknya yang unik dan rasanya yang asik, membuat ketagihan para penikmatnya terutama anak-anakku.
Penasaran? Silahkan mencoba resep di atas. Sangat sederhana dan mudah bukan? 
 
 

   

Minggu, 29 September 2013

Memilih yang Baik, atau Membiarkan yang "Buruk" Berkuasa

Beberapa bulan lagi, negara kita akan mengadakan pemilu legislatif. Pada pemilu legislatif ini kita akan memilih calon anggota dewan yang akan mewakili kita diparlemen. Setelah duduk sebagai anggota dewan, nantinya mereka akan memperjuangkan suara dan kepentingan rakyat yang sudah memilihnya (seharusnya).
 
Memilih anggota dewan kelihatannya adalah sesuatu yang sederhana, tinggal datang ke TPS, nyontreng, SELESAI !
Apakah benar hanya sesederhana itu? Jawabannya TIDAK !
Semua yang kita lakukan harus ada pertanggungjawabannya dihadapan Allah SWT, tak terkecuali memilih atau tidak memilih aleg (anggota legislatif).
 
Hari Minggu kemarin, aku menghadiri acara pengajian yang salah satu pembicaranya adalah seorang ustadz, aleg dari PKS. Untuk memberikan gambaran secara nyata, beliau menceritakan bagaimana tingkah laku sebagian besar anggota dewan tanpa menyebutkan nama orang dan nama partainya.
 
Salah satu yang beliau sampaikan adalah, ada seorang aleg (bukan dari PKS) yang terang-terangan mengaku bahwa kalau berzina, ia hanya bisa puas jika dengan dua orang perempuan sekaligus ! Aleg yang lain dengan terang terangan juga bercerita, bahwa ia pernah berzina berkali-kali dalam satu waktu sampai pasangan kencannya pingsan ! Astaghfirullah !

Minggu, 22 September 2013

Dua Nutrisi Penting Untuk Pemimpin Kecil

Pemimpin? Membaca kata tersebut, yang terbayang dalam pikiranku adalah seorang kepala negara, gubernur, atau orang-orang penting dalam sebuah lembaga tertentu. Kemudian muncul pertanyaan "Sebagai seorang ibu rumahtangga biasa, dengan keahlian yang juga pas-pasan, apakah aku sanggup mengantarkan anak-anakku menjadi seorang pemimpin?"
 
Namun, pengertian pemimpin ternyata tidak sesempit seperti apa yang ada dalam pikiranku. Bahwa kita semua adalah pemimpin, seorang kepala negara adalah pemimpin, seorang bapak adalah pemimpin, seorang ibu adalah pemimpin di rumah suaminya, bahkan seorang pembantu adalah pemimpin bagi harta majikannya. Semua kita adalah pemimpin, yang harus bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. [HR. Bukhori Muslim]

Berbekal pemahaman tersebut, aku menjadi sadar bahwa suatu saat anak-anakku pun akan menjadi pemimpin, sesuai dengan peran yang akan dijalaninya kelak. Sebagai seorang ibu tentu aku harus bisa membimbing anak-anakku agar kelak mereka bisa menjadi pemimpin yang baik dan bertanggung jawab.

Jumat, 23 Agustus 2013

Berkat Pohon Jambu Aku Selalu Bisa Berbagi

 
 
AKU dan POHON JAMBU

Orang menyebutnya jambu Ulin, ada lagi yang menyebut jambu Cicalengka. Aku mengiyakan saja, karena aku sendiri tidak tahu pohon jambu air jenis apa yang ada didepan rumahku itu.
 
Aku hanya tahu, buah jambunya rasanya manis. Apalagi kalau waktu memetik dipilih yang berwarna merah kehitaman, wah, manis banget. Buahnya sangat lebat dan akan terus berbuah meski selalu dipetik, sampai musim buah jambu usai, berganti dengan musim buah yang lain.